Friday, 24 June 2011

Cara Memindahkan Sarang lebah dari Alam ke Kotak

memindah sarang lebah dari alamBulan April 2010 lalu, TNC dan Yayasan Jambata Palu memfasilitasi pelatihan domestikasi lebah madu di empat desa di sekitar TN. Lore Lindu yaitu di Desa Petimbe, Kapiroe, Bunga dan Bobo.  Pelatihan ini sangat penting untuk transfer pengetahuan beternak lebah madu sebagai bagian dari upaya konservasi hutan.  Didampingi oleh Shadiq dan Yayuk dari Jambata, pelatihan ini berhasil menciptakan pakar-pakar perlebahan baru di tiap desa dampingan.  Kalau dulu hanya Pak Alimundari desa Bobo saja yang bisa memindahkan sarang lebah kini sudah banyak anggota kelompok peternak lebah yang cukup mumpuni dalam bidang tersebut.  Contohnya Pak Alfian, salah seorang warga desa Bunga sudah berani untuk memimpin proses pendomestikasian lebah ini.  Awalnya saat pertama ikut pelatihan ia sangat takut disengat lebah. Namun sekarang dia yang pertama menggali mengasapi bahkan mencari dimana ratu lebahnya.  Untuk itu para pesertapun  difasilitasi dengan perlengkapan seperti masker dan smoker agar tidak tersengat lebah terutama dari jenis Apis nigrocynta yang terkenal ganas.
ratu lebah madu di dalam paralonAwal dari proses pemindahan sarang lebah madu yang ada di alam tentunya kita harus mengetahui dengan tepat dimana posisi sarang lebah. Sarang lebah ini bisa saja di dalam tanah bahkan di pinggir jalan, dalam pohon, atau bekas tebangan batang kelapa dalam tanah.  Alat yang harus disiapkan tentu saja linggis untuk membongkar sarangnya.  Siapkan masker dan smoker untuk mengusir lebah penjaga sarang. Setelah sarang digali temukan dengan tepat dimana posisi ratu, biasanya ratu akan dikelilingi oleh lebah pekerja dan menjaganya dengan ketat.  Ratu lebah bentuknya sangat mirip dengan lebah lainnya cuma sayapnya lebih pendek.  Butuh waktu untuk mengenali ratu lebah ini.  Setelah Ratu lebah ditemukan dengan selamat, Ratu ini harus dimasukkan dalam kerangkeng yang terbuat dari pipa atau bambu kecil yang di beri lubang memanjang.  Kemudian ikat pada sekat madu dan masukkan ke dalam stup (kotak lebah).  Bau ratu ini akan menarik lebah berdatangan ke dalam kotak dengan kiesanan jarak penciuman sampai 2 km.  Taruh kotak yang telah ada ratunya di bawah pohon atau tempat terbuka selama satu malam dan alasi kotak dengan daun pisang terutama di pintu masuknya.  Setelah beberapa minggu ratu di lepaskan dari kerangkeng paralonnya dan akan menghuni kotak dengan nyaman.
Pesona lebah madu telah menarik minat dan partisipasi masyarakat.  Desa Bunga sendiri merupakan desa dengan penghasilan utama dari hasil pertanian, khususnya gula aren.  Menurut Kepala desa Bunga yang ikut  juga mendampingi masyarakat dalam pelatihan domestikasi lebah madu, produksi gula aren Desa Bunga setidaknya 3 ton per minggu. Dengan lebah madu setidaknya bisa menambah sedikit penghasilan keluarga atau untuk mereka konsumsi sendiri .   Peluang usaha madu ini sangat potensial mengingat hasil panenan selalu habis dipesan orang, bahkan mereka kewalahan memenuhi pesanan.  Untuk meningkatkan produktivitas peternakan lebah madu, empat desa ini mempunyai perencanaan untuk menanam tanaman pakan di areal batas Taman Nasional Lore Lindu.  Tanaman ini juga dimaksudkan sebagai penanda batas hidup antara desa dan kawasan TNLL.
http://lorelindu.wordpress.com/2010/05/12/cara-memindahkan-sarang-lebah-dari-alam-ke-kotak/

No comments:

Post a Comment

Post a Comment